Tampilkan postingan dengan label Pemerintahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemerintahan. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Mei 2016

Edisi Religi : Mendoakan yang terbaik bagi Presiden H Joko Widodo


Sudah hampir 2 tahun ini Bangsa Indonesia dipimpin oleh Presiden Haji Joko Widodo (Pak Jokowi). Telah banyak kinerja dan sepak terjang yang beliau lakukan demi Negeri ini. Namun sebagai seorang anak manusia biasa dan bukanlah Nabi, maka tidak jarang arah kebijakan yang beliau ambil kurang signifikan terhadap pembangunan di Indonesia.

Sebagai sesama manusia, kita seyogyanya maklum dengan kerja keras pak Jokowi apalagi memimpin bangsa sebesar dan semajemuk Indonesia (hanya bisa ditandingi kemajemukan dan jumlahnya oleh 2 (dua) negara adidaya Russia dan United State of America) perlu extra effort dan extra sabar dalam mengayomi bangsa yang sedemikian beraneka ragam suu bangsa ras kepentingan dan keinginannya.

Kita harusnya lebih mendekat kepada beliau (Pak Jokowi) agar beliau tidak merasa ditinggalkan apalagi dicampakkan untuk mengurus sendiri negara ini. Ada banyak kepentingan yang mengelilingi beliau dan jikalau beliau akhirnya memilih pemangku kepentingan yang salah, maka kita juga punya peran serta menghancurkan negeri ini karena meninggalkan beliau dikala sendiri memimpin negeri ini.

Sudah saatnya kita berdamai dengan kondisi dan keadaan, marilah kita bersatu padu meninggalkan ego kepentingan kita yang merasa superior dan mulai mau berbagi. Marilah kita mendekat dengan beliau (Pak Jokowi) agar kita bisa menjadi penyeimbang atas berbagai kepentingan yang "berusaha" menyetir beliau ke arah yang salah.

Kita sebagai bagian dari warga negara Indonesia, akar rumput dalam masyarakat madani sekaligus warga umat Islam Indonesia seyogyanya (mulai) mendoakan yang terbaik bagi beliau (Pak Jokowi). Bagaimanapun juga ALLAH SWT Maha Segalanya, termasuk Maha mengabulkan segala doa kita apalagi doa-doa terbaik bagi pemimpin kita. 
  1. Ya ALLAH Ya Tuhan Kami ... kumohonkan doa semoga beliau (Pak Jokowi) dan pemimpin-pemimpin lainnya agar selalu amanah dan istiqomah dalam menjalankan pemerintahan. 
  2. Ya ALLAH Ya Tuhan Penguasa Alam Semesta ... kumohonkan doa semoga (Pak Jokowi) dan pemimpin-pemimpin lainnyadiberikan pintu hidayah dan ampunan atas segala dosa dan kekhilafannya.
  3. Ya ALLAH Ya Tuhan Yang Maha Agung ... kumohonkan doa semoga beliau (Pak Jokowi) dan pemimpin-pemimpin lainnya selalu dalam lindungan-Nya dan dijauhkan dari segala mara bahaya terutama para anasir-anasir yang ingin menghancurkan bangsa ini melalui tipu daya dan bisikan-bisikan sesatnya.
  4. Ya ALLAH Ya Tuhan Yang Maha Bijaksana ... kumohonkan doa semoga beliau (Pak Jokowi) dan pemimpin-pemimpin lainnya dapat menjadi pemimpin yang amanah, istiqomah dan memberikan yang terbaik bagi bangsa, negara dan agama.
  5. Rabbana aatiina Fiddunya Hasanah ... Wa fil A khirotii Hasanah ... Waqina adzabannar
  6. Aamin ... aamiin .. ya Rabbal Aalaamiin
sumber foto : tribunnews

Minggu, 31 Agustus 2014

Menaikkan harga BBM bukanlah satu-satunya cara Mengurangi beban Subsidi BBM dalam APBN


Beberapa minggu terakhir ini di berbagai media sangat gencar pemberitaan terkait Pro dan Kontra rencana kenaikan harga jual Bahan Bakar Minyak (BBM) di tanah air. Mendasarkan kepada beban yang semakin berat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada pos pembiayaan Subsidi BBM, mendorong sejumlah kalangan mendesak kepada Pemerintah via Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) untuk menaikkan harga BBM sebelum masa pemerintahannya berakhir.

Banyak kalangan "mencibir" desakan tersebut, hal ini dikaitkan dengan suhu politik pasca Pilpres yang masih cukup hangat serta persiapan pergantian pucuk pimpinan negeri ini, menganggap bahwa desakan atau himbauan atau permintaan itu lebih beraroma politis ketimbang sisi ekonomisnya. 

Pada forum ini kita tidak akan membahas lebih detail terkait sisi politik dari desakan atau himbauan untuk menaikkan harga jual BBM. Sebagai bagian dari warga negara kami berupaya memberikan solusi-solusi yang tepat dan jitu dalam rangka mengurangi beban subsidi BBM dalam APBN sekarang dan di masa mendatang .

Beberapa point usulan yang bisa didiskusikan untuk ditelaah lebih lanjut adalah sebagai berikut :

  1. Menaikkan harga jual kendaraan bermotor
  • Sudah sepantasnya pemerintah mulai mengambil kebijakan pengendalian jumlah kepemilikan dan penjualan kendaraan di dalam negeri. Sebagai faktor utama penyedot BBM di tanah air adalah semakin banyaknya jumlah kendaraan di tanah air. Salah satu cara mengurangi jumlah peredaran kendaraan di tanah air adalah menaikkan harga jual kendaraan bermotor atau menaikkan besaran PPN dan/atau PPN- BM sehingga dengan sendirinya mendongkrak harga jual kendaraan bermotor sekaligus menambah pendapatan negara dari sektor pajak guna meningkatkan kuantitas dan kualitas pembangunan di nusantara.
  1. Menaikkan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB)
  • Kurang lebih hampir sama dengan ide menaikkan harga jual kendaran dengan menaikkan PPN dan/atau PPN-BM. Sedikit berbeda dengan konsep diatas, dimana kenaikkan PKB ini secara tidak langsung dinikmati oleh Pemerintah Pusat. Kenaikan PKB lebih kepada memberikan dampak positif terhadap penerimaan di daerah karena PKB adalah bagian dari Pajak Daerah atau lebih tepatnya Pajak Provinsi. Tujuan menaikkan PKB sendiri juga berdampak langsung terhadap pengendalian jumlah kendaraan bermotor, sehingga membuat masyarakat akan berfikir dua tiga kali untuk membeli kendaraan bermotor dalam jumlah yang banyak. Jumlah kendaraan bermotor yang semakin terkontrol jumlahnya dipastikan akan mampu mengurangi jumlah permintaan BBM 
  1. Meningkatkan kuantitas dan kualitas Transportasi Massal
  • Asumsi berfikirnya adalah dengan semakin bagus kuantitas dan kualitas transportasi masal maka akan semakin mengurangi jumlah masyarakat untuk menggunakan kendaraan pribadi. Konsep yang sangat bagus namun perlu dukungan yang kuat baik dari niat maupun finansial dari pemerintah untuk mewujudkannya. MRT, Busway, Monorail dan Commuter Line apabila bisa diintegrasikan serta dibangun dengan bagus serta diimbangi jumlah armada yang banyak niscaya akan mampu mewujudkan tujuan utamanya yaitu menggantikan transportasi yang layak dan mampu diandalkan mengurangi jumlah kendaraan pribadi yang beredar di jalanan.
  1. Menekan Jumlah Kendaraan Dinas dan Menggantinya dengan Uang Transpor
  • Sudah bukan rahasia lagi dimana kendaraan dinas di Indonesia baik di pusat maupun daerah sangat banyak jumlahnya. Konsumsi BBM yang ditanggung pemerintah pastilah juga banyak, belum lagi biaya perawatan yang pastinya akan membebani APBN. Ada sebuah ide yang cemerlang yaitu kendaraan dinas dikurangi jumlahnya secara signifikan dan bagi PNS digantikan dengan uang transportasi yang bisa digunakan sebagai kompensasi untuk membayar tiket transportasi masal. Secara perhitungan uang pengganti transpor dengan pengadaan kendaraan dinas plus biaya perawatan dan BBM pastilah sebanding untuk mengurangi beban dalam APBN.
  1. Membangun Pabrik Pengolah Minyak
  • Proyek prestisius yang cukup menguras uang negara namun menurut pendapat kami, itulah harga yang harus dibayar guna mendapatkan keuntungan dimasa mendatang. Selama ini kita terbuai dengan cerita bahwa Nusantara ini adalah negeri penghasil Migas, namun kita sering lupa bahwasanya Migas yang diambil dari bumi Nusantara mayoritas tidak diolah lagi di dalam negeri namun dijual dalam bentuk Migas mentah ke luar negeri dan kita (terpaksa) membeli Migas olahan dari negara lain. Untuk itu sudah saatnya kita membangun pabrik pengolahan Migas dengan harapan mengurangi beban belanja Migas siap pakai dari negara lain dan secara prinsip ekonomi pastilah mampu mengurangi besar beban subsidi BBM dalam APBN.
  1. Membatasi Umur Kendaraan 
  • Mau tidak mau, suka tidak suka pemerintah haruslah mulai membuat kebijakan pembatasan umur kendaraan. Selain tidak irit, kendaraan lama berpotensi membuat kemacetan kalau tau-tau mogok dijalanan. Oleh sebab itu perlu kiranya ada pembatasan umur kendaraan yang laik untuk beroperasi di jalanan, misalnya batas usia 30 tahun, berarti mobil-mobil diatas umur 30 tahun dari sekarang harus di re ekspor atau dijadikan besi tua. Selain mengurangi jumlah kemacetan di jalan kebijakan ini juga akan mengurangi jumlah pemakaian BBM.
  1. ERP (Electronic Road Pricing)
  • Terakhir, mulai dibuat ERP untuk ruas-ruas jalan yang memungkinkan dan berpotensi macet. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa kemacetan juga biang pemborosan BBM, oleh karena itu perlu kiranya dibuat kebijakan ERP pada ruas-ruas jalan yang berpotensi macet dan secara tidak langsung akan mengurangi jumlah pembuangan BBM yang tidak efektif di jalan.
Demikian beberapa masukan kami terkait kiat-kiat atau cara-cara (lain) guna mengurangi beban subsidi BBM dalam APBN, semoga berguna bagi kita semua dan menjadikan masukan bagi para pengampu kebijakan dan kewenangan di bumi Nusantara ini.

ex: foto sumber : www.solopos.com